Advertisement

emastoto
dewa6d
pragmatic11
pragmatic11
citibet88
naga99
yygacor
UNIID Indonesia
TK Islam Terpadu Bina Ummah
KPU Lombok Timur
KPU Lombok Barat
Dealer Suzuki Bandung
Pendidikan di ICSentul
Website Resmi Desa Prupuk Selatan
https://www.sweetanniescandyshoppe.com/pages/about-us
Toto Macau

Percepat Implementasi Smart Village, Diskominfo Gelar Koordinasi dan Sosialisasi 

Dalam rangka mempercepat implementasi smart village di Kabupaten Semarang, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) telah menyelenggarakan Koordinasi dan Sosialisasi Implementasi Smart Village di Aula I (satu) Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) pada Rabu (29/10/2025). Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kecamatan hadir dalam kegiatan yang merupakan kelanjutan dari sosialisasi smart village yang telah dilaksanakan sebelumnya. 

Acara dibuka oleh Kepala Diskominfo, Petrus Triyono, S.Sos, M.Si. yang memaparkan Inovasi Digital Diskominfo, meliputi:  Chatbot AI “CERDAS(Chatbot Efektif dan Responsif Dukungan Akses Sistem) merupakan Chatbot layanan informasi publik berbasis Artificial Intellegence (AI) 24/7 yang dapat diakses oleh publik selama 24 (dua puluh empat) jam setiap hari yang mendukung Undang- undang (UU) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan mempercepat respon informasi, sekaligus mengurangi beban manual karena Chatbot responsif dalam menjawab pertanyaan terkait informasi publik. Inovasi yang kedua adalah Aplikasi SIAPP NDAN (Sistem Aplikasi, Publikasi dan Pengelolaan Aduan) merupakan aplikasi integrasi kanal aduan masyarakat dan publikasi berbasis Android dan Website.

Hadir sebagai narasumber dari Diskominfo Temanggung adalah Gotri Wijianto Wuriatmojo, S.STP., M.Si. Beliau mengatakan bahwa Smart Village Kabupaten Temanggung berhasil memperoleh Best Improvement menuju Smart City Tahun 2025 dan telah mengintegrasikan 266 desa + 23 kelurahan dan beberapa OPD dalam satu Rumah Digital Masyarakat (Rudimas). Menurut Gotri, kunci operasional pelaksanaan smart village di Kabupaten Temanggung adalah Manual digitalisasi, artinya dari pelayanan manual diubah menjadi pelayanan digital, contohnya layanan persuratan, publikasi, transparansi APBDes, potensi, dan geospasial. 

Narasumber kedua adalah dari Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Lyra Bumantara Syarif, S.A.P. yang memaparkan pemanfaatan data dan informasi untuk inovasi daerah. Selanjutnya, narasumber ketiga dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Annie Yuliati, S.Si. memaparkan Penerapan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk pengembangan masyarakat desa berkelanjutan. (*/RTH,Foto:Tim Aptika) 

Situs kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Silakan menyetujui Syarat & Ketentuan serta Kebijakan Privasi untuk pengalaman terbaik.
Setuju
Abaikan