Advertisement

emastoto
dewa6d
pragmatic11
pragmatic11
citibet88
naga99
yygacor
UNIID Indonesia
TK Islam Terpadu Bina Ummah
KPU Lombok Timur
KPU Lombok Barat
Dealer Suzuki Bandung
Pendidikan di ICSentul
Website Resmi Desa Prupuk Selatan
https://www.sweetanniescandyshoppe.com/pages/about-us
Toto Macau

Benteng Fort Willem I Ambarawa Jadi Panggung Kehormatan ‘Anugerah Kebudayaan Jawa Tengah 2025’

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali memberikan apresiasi kepada insan budaya yang berjasa dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah melalui Anugerah Kebudayaan Jawa Tengah (AKTJ) Tahun 2025. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu (13/12/2025) di Benteng Fort Willem I Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Semarang Petrus Triyono, S.Sos., M.Si..

Selain prosesi penganugerahan, acara ini juga dimeriahkan dengan kolaborasi kesenian lokal berupa pertunjukan seni dari kelompok seni di wilayah Benteng Fort Willem I. Pertunjukan tersebut mengusung tema perjuangan masyarakat Ambarawa dalam mempertahankan kemerdekaan, yang ditampilkan secara atraktif dan sarat nilai sejarah, sehingga semakin memperkuat makna pelestarian budaya yang berakar pada identitas dan perjalanan sejarah daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Dr. Sadimin, S.Pd., M.Eng., menuturkan bahwa acara AKTJ ini merupakan penghargaan tertinggi bagi pelaku budaya yang berdedikasi, yang diharapkan mampu memotivasi masyarakat untuk terus berkarya dan melestarikan kekayaan budaya Jawa Tengah. “Anugerah kebudayaan merupakan penghargaan bagi para pelaku budaya yang telah berdedikasi dalam kehidupan masyarakat, kami yakin bahwa melalui penghargaan ini, masyarakat akan lebih termotivasi untuk terus berkarya dan melestarikan kebudayaan Jawa Tengah yang kaya dan beragam,” ujar Sadimin.

Penghargaan AKTJ Tahun 2025 diberikan dalam dua kategori, yaitu Pelestari dan Pelopor/Pembaharu. Kategori Pelestari ditujukan bagi individu yang konsisten menjaga dan melestarikan warisan budaya, sedangkan kategori Pelopor/Pembaharu diberikan kepada mereka yang menghadirkan inovasi dan gagasan baru dalam pengembangan kebudayaan.

Berdasarkan hasil penilaian tim juri independen yang terdiri dari unsur akademisi dan budayawan, ditetapkan empat penerima anugerah. Penerima penghargaan kategori Pelestari yaitu Sri Paminto Widi Legowo, pegiat Wayang Orang dari Kota Semarang, dan Hadi Sumarto Sukendar, pegiat Seni Calung dari Kabupaten Banyumas. Sementara kategori Pelopor/Pembaharu diberikan kepada Dr. Ray Irawati Kusumorasri, M.Sn., pegiat Festival Budaya dari Kota Surakarta, serta Yono Daryono, pegiat Teater dari Kota Tegal.Dengan terselenggaranya AKTJ Tahun 2025, diharapkan tercipta ekosistem kebudayaan yang semakin kuat, kolaboratif, dan berkelanjutan, sehingga kebudayaan di daerah Jawa Tengah dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, serta memberi makna bagi generasi masa kini dan mendatang. (MEL/Foto: Radik Karis)

Situs kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Silakan menyetujui Syarat & Ketentuan serta Kebijakan Privasi untuk pengalaman terbaik.
Setuju
Abaikan