Ungaran, 27 Oktober 2025 – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Semarang hadir sebagai salah satu peserta dalam acara Sosialisasi Indikator Statistik Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang. Bertempat di Ruang Rapat Dharma Satya lantai 2 Gedung A Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Semarang, giat ini bertujuan upaya menyamakan pemahaman konsep, definisi, dan meningkatkan kapabilitas dalam memahami data statistik serta memberikan insight kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang terkait indikator statistik.

Melalui sosialisasi tersebut tidak luput juga disampaikan bahwa di tahun 2026 akan diadakan sensus ekonomi. “Perlu dukungan dari semua pemangku kepentingan, perangkat daerah untuk sensus ekonomi”, tuturnya. Hal ini disampaikan didasari rasa kepercayaan bahwa survei yang akan dilakukan tersebut bukan hanya milik BPS tapi menjadi milik bersama.
Dalam keynote speechnya, Kepala BPS Dewi Trirahayuni, S.Si., M.Si memaparkan beberapa indikator statistik yang dihasilkan BPS dan dikumpulkan lewat survei tahun 2024. Adapun enam indikator strategis yang disampaikan yaitu mengenai Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK), Ketenagakerjaan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Hunian Hotel. Dari hasil yang disampaikan, indikator Kemiskinan dan Ketenagakerjaan mengalami penurunan, sementara Pertumbuhan Ekonomi didongkrak oleh jasa kesehatan meskipun berkontribusi rendah untuk Kabupaten Semarang. Selain itu, IPM mengalami peningkatan, sedangkan IKK menduduki nomor satu menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah. Terakhir untuk Tingkat Hunian Hotel saat ini masih termasuk rendah apabila dibandingkan dengan Jawa Tengah.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H melalui sambutannya menyampaikan bahwa kondisi terkini Kabupaten Semarang memiliki potensi besar dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, beliau dalam arahannya meminta kepada BPS dan pihak narasumber untuk memberi masukan, “kepala BPS dan narsum mohon masukan langkah yang harus diambil untuk kebijakan tahun 2026”, tegasnya.
Dalam giat sosialisasi juga diisi dengan penyerahan piagam Desa Cantik kepada Desa Popongan Kecamatan Bringin yang telah menoreh prestasi masuk dalam nominasi.

Pemahaman mengenai perekonomian diperdalam melalui materi tentang Pertumbuhan Ekonomi untuk Kesejahteraan yang dijelaskan oleh Moh. Najikhul Fajri, S.E., M.E selaku narasumber acara. Melalui adanya agenda ini, diharapkan peserta yang hadir dapat lebih memahami pertumbuhan ekonomi yang berjalan dalam pemerataan. (DVN)











