UNGARAN — Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Kesehatan terus mengintensifkan upaya pencegahan anemia pada kelompok anak usia sekolah dan remaja guna memutus rantai masalah gizi intergenerasi. Mengingat tingginya angka risiko anemia pada usia produktif yang berpotensi memicu melahirkan bayi stunting di masa depan, langkah pencegahan sejak dini dari bangku sekolah menjadi fokus utama perbaikan gizi masyarakat daerah.

Dalam program Dialog Serasi di Radio Suara Serasi 107.3 FM bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, disampaikan bahwa pemenuhan gizi seimbang, skrining hemoglobin (Hb) berkala, serta kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri menjadi kunci utama intervensi. Langkah komprehensif ini didukung pula melalui penguatan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS/M) dan Gerakan Aksi Bergizi yang mewajibkan kebiasaan sarapan sehat, olahraga rutin, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
Sinergi lintas sektor dari tingkat kabupaten hingga kecamatan turut diperkuat melalui Surat Edaran Bupati guna memastikan gerakan penggerakan minum TTD bersama serta skrining kesehatan berjalan optimal. Komitmen bersama ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Kabupaten Semarang yang sehat, produktif, bebas anemia, dan siap menyongsong masa depan tanpa ancaman stunting.









